Kenalan dengan jenis-jenis beasiswa, Yuk!
Share This

Mendaftar beasiswa mempunyai banyak keuntungan, lho. Tapi sebelum mendaftar, apa kamu sudah mmemahami betul jenis beasiswa apa yang akan kamu ambil? Hal ini sangat penting mengingat banyaknya jenis beasiswa. Apa saja, ya, jenisnya?

Beasiswa berdasarkan cakupan pembiayaan

1. Beasiswa penuh (Full Scholarship)

Selain memberikan biaya pendidikan, beasiswa penuh juga menyediakan dana untuk kebutuhan pendukung bagi penerimanya seperti biaya hidup, asuransi, biaya perjalanan, akomodasi, hingga sarana dan prasarana pendukung pembelajaran. Contoh beasiswa yang memberikan beasiswa penuh antara lain Australian Development Scholarship (ADS), Chevening dan Ford Foundation. Sedangkan di dalam negeri, biasanya disediakan oleh LPDP, kemenkeu RI serta perguruan tinggi tertentu

2. Beasiswa sebagian (Partial Scholarship)

Beasiswa ini hanya menanggung biaya tertentu saja atau sebagian dari biaya total yang dibutuhkan saat kamu menjalani perkuliahan masa studi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Pada umumnya, beasiswa sebagian atau parsial yang diberikan bisa dalam bentuk biaya kuliah atau akomodasi saja.  Jenis beasiswa ini biasanya ditawarkan untuk program short course (summer course) dari universitas atau institusi tertentu. Nah, jika kamu memutuskan untuk mengikuti beasiswa jenis ini, sebaiknya yang perlu kamu perhatikan adalah peraturan-peraturan seperti apakah diperbolehkan untuk mencari sumber-sumber sponsorship untuk menutupi biaya hidup dan lain sebagainya

Beasiswa berdasarkan sumber pembiayaan atau pihak penyedia

1. Beasiswa dari pemerintah

Umunya beasiswa ini disediakan oleh pihak pemerintah, misalnya dari kementerian atau lembaga lainnya. Berbagai departemen dan lembaga pemerintahan menawarkan berbagai beasiswa yang tidak hanya dapat diikuti oleh karyawannya saja, tetapi juga terbuka untuk umum. Contoh beasiswa pemerintah yang bisa kamu coba antara lain dari Departemen Keuangan (LPDP), Beasiswa BAPPENAS, dan Beasiswa LIPI.

2. Beasiswa dari pihak swasta

Beasiswa ini biasanya ditawarkan oleh institusi berupa perusahaan-perusahaan besar atau korporat. Nah, mayoritas beasiswa yang ditawarkan pun berupa perwujudan dari bentuk program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan tersebut pada lingkungannya. Contoh beasiswa dari pihak swasta antara lain Beasiswa Tanoto Foundation, Beasiswa Djarum Plus, dan lainnya.

3. Beasiswa dari negara maju atau donor

Program beasiswa ini merupakan bentuk kerjasama eksklusif dari negara maju dengan negara berkembang dalam kesejahteraan sosial dan tentunya bidang pendidikan. Selain untuk memfasilitasi pelajar untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, beasiswa ini juga bertujuan untuk memperbanyak pusat-pusat penelitian di negara berkembang. Contoh beasiswa dari negara maju atau donor antara lain Beasiswa Chevening dari pemerintah Inggris, Beasiswa Fulbright dari pemerintah AS, Beasiswa Nuffic Neso (NEC) dari pemerintah Belanda, dan sebagainya.

4. Beasiswa dari komunitas, organisasi, atau yayasan

Umumnya, program beasiswa ini biasanya ditawarkan oleh komunitas, organisasi, atau yayasan yang berlatar belakang sosial, akademik, atau juga keagamaan yang peduli terhadap pendidikan dan ingin memberikan bantuan. Beasiswa yang ditawarkan pun biasanya selaras dengan nilai-nilai yang dijunjung oleh komunitas, organisasi, atau yayasan itu sendiri. Contoh dari beasiswa ini antara lain Beasiswa The Habibie Center dan Beasiswa Yayasan Orbit Hasri Ainun Habibie.

5. Beasiswa perguruan tinggi

Perguruan tinggi pun kini banyak yang menyediakan beasiswa sebagai penunjang akademik. Selain ditujukan bagi para mahasiswanya sendiri, ada juga perguruan tinggi yang menawarkan beasiswa untuk mahasiswa luar perguruan tinggi bahkan luar negeri.